Pepatah di atas sepertinya sudah sangat akrab di telinga kita bukan?? Berulang2 kali dikatakan orang, kalau janganlah pernah menilai orang dari tampak luarnya saja, tapi kenali orang itu, dan barulah anda boleh memberikan penilaian pada dirinya..Nah! pepatah ini simple sih, tapi maknanya itu loh lumayan “dalem” juga yah di hati (mengena di hati-red). Walaupun sudah sangat akrab di telinga, tapi entah kenapa, saya belum bisa menerapkannya pada kehidupan saya sehari-hari..saya lebih suka men-judge orang seenak udel saya saja, misalnya begini, Oh, si ini nih sok manis banget sih, gayanya itu lohh, kecentilan banget sih..pantesan aja dia bisa lulus, dia sok2 akrab sih sama dosennya, dst..dst..dst..dan mulailah saya berinterpretasi yang macam2 tentang dia. Pasti anda yang membaca posting-an ini langsung akan berseru kalau saya adalah manusia paling jahat di muka bumi ini. Hehehe…memang saya akui, saya jahat. Betapa tidak, saya belum tanya pada yang bersangkutan, belum apa2 kok udah nge-judge dia kecentilan duluan, hanya karena penampilannya yang “terlalu manis” menurut saya?? (ini juga baru menurut saya, orang bisa saja berpendapat lain bukan??hehehe..)
Tetapi, semakin bertambah umur saya, semakin saya menyadati bahwa apa yang saya lakukan ini salah. Salah total ternyata orang yang selama ini saya anggap biasa2 saja, bahkan kadang menyebalkan di mata saya, ternyata bisa menjadi orang yang sangat menarik begitu saya mengenalnya. Mereka membawa beragam cerita yang menarik, pengalaman yang mengejutkan, atau mungkin bahkan kita akan terkagum-kagum dengan pengetahuan akan satu hal yang dimilikinya. Semuanya itu bisa menjadi pelajaran berharga dan kemudian bisa saya terapkan dalam kehidupan saya.
Tidak hanya itu, mereka pun bisa menularkan berbagai kebiasaan baik, yang akan sangat sayang kalau saya lewatkan. Misalnya, seseorang yang baru saya kenal dan masuk dalam kehidupan saya, ternyata mempunyai kebiasaan untuk selalu berpikir positif dalam setiap kondisi apapun, even sedang dalam keadaan disakiti orang lain. Lambat laun saya pun meniru kebiasaannya tersebut, untuk selalu berpikir positif, dan sekarang saya jarang mengalami stress akibat terlalu memikirkan perbuatan seseorang yang sudah menyakiti saya (saya stress kalau masalah skripsi..hehe… Paling2, saya hanya berkata, ah, nanti kan juga dibales sama yang di Atas sana. Begitu!
Atau mungkin, kebiasaan berinvestasi sejak masa muda, yang saya dapatkan dari seorang kenalan baru? Seorang yang saya kira sebagai anak gaul Jakarta, ternyata bisa mempunyai pemikiran yang liberal tetapi masih sanggup memilah2 mana yang sesuai budaya timur atau tidak. Atau seorang yang sangat pintar di kampus, ternyata juga bisa menjadi seorang yang snagat ramah dan sangat manusiawi (berbeda dari kebanyakan orang pintar di kampus saya, hehe..). Petugas perpustakaan yang tidak pernah tersenyum, ternyata bisa mempunyai keinginan terpendam, yaitu ia ingin namanya terukir dalam ucapan terima kasih dalam skripsi/tesis/disertasi orang yang sudah dibantunya mencari jurnal atau buku (simple sih keinginannya, tapi kadang suka dilupakan orang begitu saja. Huhuhu.. Dan masih banyak lagi, cerita2 lain yang sangat banyak jika harus dituliskan dalam blog ini.
Jadi, kesimpulan dari cerita ini adalah, mulailah berpetualang berkenalan dengan orang lain, kemudian barulah beri penilaian sesudahnya, pasti anda akan sangat terkejut dengan hasil yang anda dapatkan. Ambil yang positif, dan jadikan pelajaran pada hal-hal yang negative yang telah dilakukannya. Insya Allah, anda akan menjadi semakin “kaya” dalam menjalani kehidupan ini. (bukan kaya harta, tapi kaya ilmu, kaya pengalaman, dll..)
Ps: bukan bermaksud mengurui, tapi ini adalah fakta yang harus saya bagi pada anda, pembaca blog saya ini..nggak ada salahnya dicoba bukan
Cheers!